Rabu, 04 Januari 2017

autobiography



Bab 1
My Story



Lahir dari keluarga yang sederhana dan penuh cerita .

 
Poto Pernikahan Mama & Papaku (1988)

Aku  Shinta Ariska Nuari biasa di panggil Shinta , tetapi dalam keluarga nama panggilan aku Oshin. Kata mama sih waktu aku kecil mirip sama pemain film jepang yang namanya Oshin, haha ada-ada aja. Aku lahir di Pekanbaru tepatnya di RSI.Ibnu Shina pada tanggal 28 Januari 1994 pada pukul 23.25 WIB. Aku anak ke tiga  dari pasangan Bapak Bambang Alkamar dan Ibu Evi Yulidar (1988). Abangku yang pertama bernama Yudha Pratama (1989) , yang kedua Timmy Pranata (1991) , Yang ketiga Aku (1994) , dan yang keempat adikku yang benama Shania Amalia (1999).
Dengar cerita dari mamaku , abang di atasku bang Timmy ketika berumur 8 bulan abangku itu meninggal dunia. Kata mama bang Timmy menderita kelainan jantung sejak lahir dan bolak-balik dirawat dirumah sakit. Bang Timmy meninggal dunia didalam tidur dan tidak ada tanda apa-apa ketika ia mau pergi jauh itu, kata mama waktu itu kondisi tubuhnya sangat bagus dan dalam keadaan sehat. Tetapi kehendak lain dari Allah, Bang Timmy akhirnya meninggal dunia didalam tidurnya.Selepas dari kesedihan itu lahirlah aku .. hehe
Pada saat itu kami tinggal di rumah yang sangat indah penuh kesenangan , nyaman dan banyak kenangan. Kami tinggal di Jalan Utama Simpang Tiga, Komplek Peputra Indah Blok B No.23. Di rumah yang bercat warna abu-abu putih tepatnya paling pojok , dengan banyak tanaman , 2 ekor anjing yang lucu , 5 sangkar burung merpati , dan 2 kolam ikan mas. Menurut kami rumah kami itu bagaikan istana yang sangat indah nan sederhana, dan menyenangkan. Dimana di halaman depan rumah papaku mendirikan payung besar sekaligus dengan meja dan kursi untuk duduk santai kami sekeluarga dan tidak lupa di pasangkan buwayan jaring diantara 2 pohon mangga dekat kolam ikan mas. Sangat indah dan sangat menyenangkan ...
Papaku bekerja sebagai Manager di suatu proyek di Bangkinang, yang pulangnya 2 kali dalam 1 bulan. Dan mamaku seorang Ibu Rumah Tangga yang hebat dalam mengurusi dan menjaga kami.

Rabu, 02 November 2016

Pelanngi Baruku

Pada malam itu, cuaca sangat tidak bersahabat, hujan sangat lebat dan petir saling sambar menyambar. Disebuah kampung tepatnya di Rokan Hulu, lahir seorang anak perempuan yang mempunyai hobi bernyanyi. "Lina",begitu biasanya ia akrab disapa dikalangan masyarakat maupun dilingkungan sekolah. Pada awalnya Lina tidak terlalu hobi dalam bernyanyi, dan pada saat ia beribadah digereja, salah satu pengasuh anak digereja sering meminta Lina untuk tampil sebagai dirijen paduan suara digereja itu, dan ia tidak pernah menolak perintah dari ibu pengasuh. Seperti yang kita tahu, sebagai dirijen harus mengetahui lebih banyak not dan juga pandai bernyanyi. Lina selalu berlatih bernyanyi dan memahami not dibantu oleh ibu pengasuh, agar bisa menjadi dirijen hebat dihadapan orang orang yang ada digereja.

Lambat laun Lina menjadi seseorang yang sangat mencintai dunia tarik suara. Ditambah lagi saat ia melihat di salah satu ajang pencarian bakat disalah satu stasiun tv swasta, ia melihat dan mendengar suara Judika Nalon Abadi Sihotang atau yang dikenal sebagai Judika. Yaaaakk saat ini Judika adalah seorang penyanyi pria Indonesia berdarah batak. "Awalnya sih cuma karena sama-sama orang batak, jadi aku mau support tapi ternyata dia memang punya suara yang bagus" jawab Lina, saat ditanya mengapa ia sangat menyukai Judika. Sampai saat ini lina selalu mendownload dan menyimpan semua lagu yang dinyanyikan oleh Judika dihpnya. Dan disudut kanan rumah ada sebuah kamar yang tertempel beberapa poster Judika didinding kamar itu, yuhuuuuuu itu adalah kamar tidur Lina, seorang cewek cuek yang sangat mengidolakan Judika serang penyanyi pria Indonesia.

Judika adalah seorang penyanyi yang telah meraih runner-up Indonesian Idol ke-2. Kenapa siiiih dia yang juaranya ? Yaaapph itu semua karna ia miliki suara yang tinggi, Judika juga memiliki chest voice yang powerful, range vokal yang luas, dan breath control/vocal stamina yang terbaik antara penyanyi pria Indonesia yang lain. Semua itu dapat ia miliki karena dulu ia juga sering menjadi penyanyi gereja, dan selalu berlatih bersama ayahnya.

.
.
.
.
.
.
.
Bersambung~
 

Shela Safhira Template by Ipietoon Cute Blog Design